Selasa, 12 Maret 2013

askep asma bronkial



ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ASMA BRONKIAL

1.      Pengartian
Asma Bronkial adalah penyakit pernafasan obstruktif yang ditandai oleh spame akut otot polos bronkiolus. Hal ini menyebabkan obsktrusi aliran udara dan penurunan ventilasi alveolus.
( Huddak & Gallo, 1997 )
       Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronchi berspon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.
      ( Smeltzer, 2002 : 611)
Asma adalah obstruksi jalan nafas yang bersifat reversibel, terjadi ketika bronkus mengalami inflamasi/peradangan dan hiperresponsif. (Reeves, 2001 : 48)

2.      Penyebab
a.       Faktor Ekstrinsik (asma imunologik / asma alergi)
-         Reaksi antigen-antibodi
-         Inhalasi alergen (debu, serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang)
b.       Faktor Intrinsik (asma non imunologi / asma non alergi)
-         Infeksi : parainfluenza virus, pneumonia, mycoplasmal
-         Fisik : cuaca dingin, perubahan temperatur
-         Iritan : kimia
-         Polusi udara : CO, asap rokok, parfum
-         Emosional : takut, cemas dan tegang
-         Aktivitas yang berlebihan juga dapat menjadi faktor pencetus.
(Suriadi, 2001 : 7)



3.      TANDA DAN GEJALA

1.       Stadium dini
Faktor hipersekresi yang lebih menonjol
a. Batuk dengan dahak bisa dengan maupun tanpa pilek
b. Rochi basah halus pada serangan kedua atau ketiga, sifatnya hilang timbul
c. Whezing belum ada
d.Belum ada kelainan bentuk thorak
e. Ada peningkatan eosinofil darah dan IG E
f.  BGA belum patologis

Faktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan

a.       Timbul sesak napas dengan atau tanpa sputum
b.      Whezing
c.       Ronchi basah bila terdapat hipersekresi
d.      Penurunan tekanan parsial O2
2. Stadium lanjut/kronik
a.       Batuk, ronchi
b.       Sesak nafas berat dan dada seolah –olah tertekan
c.       Dahak lengket dan sulit untuk dikeluarkan
d.      Suara nafas melemah bahkan tak terdengar (silent Chest)
e.       Thorak seperti barel chest
f.        Tampak tarikan otot sternokleidomastoideus
g.       Sianosis
h.       BGA Pa O2 kurang dari 80%
i.         Ro paru terdapat peningkatan gambaran bronchovaskuler kanan dan kiri
j.         Hipokapnea dan alkalosis bahkan asidosis respiratorik
 (Halim Danukusumo, 2000, hal 218-229)



4.      Patofisiologo / Pathways


           Spasme otot                     Sumbatan                  Edema                 Inflamasi 
            bronchus                           mukus                                                   dinding bronchus
           
 

 Mk : Tak efektif                  Obstruksi sal nafas                 Alveoli tertutup
          bersihan                     ( bronchospasme )
          jalan nafas                       
                                                                                      Hipoksemia       Mk : Gg Pertuka
                                                                                                                        ran gas


 
                                       Penyempitan jalan                Asidosis metabolik
                                                   nafas








 
                                       Peningkatan kerja             Mk : Kurang pengetahuan
                                               pernafasan

                  Peningkatan kebut                     Penurunan
                         oksigen                                masukan oral






 
               
                    Hyperventilasi                          Mk : Perub nutrisi
                                                                              kurang dari
                                                                              kebutuhan tbh
                      Retensi CO2

                    Asidosis respiratorik









5.      Tanda dan gejala
            Bising mengi (wheezing) yang terdengar dengan/tanpa stetoskop
            Batuk produktif, sering pada malam hari
            Nafas atau dada seperti tertekan, ekspirasi memanjang
             
6.      Pemeriksaan penunjang
            Spirometri
            Uji provokasi bronkus
            Pemeriksaan sputum
            Pemeriksaan cosinofit total
            Uji kulit
            Pemeriksaan kadar IgE total dan IgE spesifik dalam sputum
            Foto dada
            Analisis gas darah

7.      Pengkajian
a.       Awitan distres pernafasan tiba-tiba
       -  Perpanjangan ekspirasi mengi
       -  Penggunaan otot-otot aksesori             
       -  Perpendekan periode inpirasi
       -  Sesak nafas
 -  Restraksi interkostral dan esternal   
 -  Krekels
b.      Bunyi nafas : mengi, menurun, tidak terdengar
c.       Duduk dengan posisi tegak : bersandar kedepan
d.      Diaforesis
e.       Distensi vera leher
f.       Sianosis : area sirkumoral, dasar kuku
g.      Batuk keras, kering : batuk produktif sulit
h.      Perubahan tingkat kesadaran
i.        Hipokria
j.        Hipotensi
k.      Pulsus paradoksus > 10 mm
l.        Dehidrasi
m.    Peningkatan anseitas : takut menderita, takut mati

8.      Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Timbul
                        Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b.d bronkospasme : peningkatan produksi sekret, sekresi tertahan, tebal, sekresi kental : penurunan energi/kelemahan
                        Kerusakan pertukaran gas b.d gangguan suplai oksigen, kerusakan alveoli
                        Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d penurunan masukan oral
                        Kurang pengetahuan b.d kurang informasi/tidak mengenal sumber informasi
                         
9.      Intervensi Keperawatan
            DP       : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
Tujuan : Bersihan jalan nafas efektif
KH      : - Mempertahankan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih/jelas
              - Menunjukkan perilaku untuk memperbaiki bersihan jalan nafas
                 mis : batuk efektif dan mengeluarkan sekret
Intervensi
Ø  Auskultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas, mis; mengi, krekels, ronki
Ø  Kaji/pantau frekuensi pernafasan
Ø  Catat adanya/derajat diespnea  mis : gelisah, ansietas, distres pernafasan, penggunaan otot bantu
Ø  Kaji pasien untuk posisi yang nyaman mis : peninggian kepala tempat tidur, duduk pada sandaran tempat tidur
Ø  Pertahankan polusi lingkungan minimum
Ø  Dorong/bantu latihan nafas abdomen/bibir
Ø  Observasi karakteristik batuk mis : menetap, batuk pendek, basah
Ø  Tingkatkan masukan cairan sampai 3000 ml/hr ss toleransi jantung dan memberikan air hangat, anjurkan masukkan cairan sebagai ganti makanan
Ø  Berikan obat sesuai indikasi
Ø  Awasi/buat grafik seri GDA, nadi oksimetri, foto dada

            DP       :  Kerusakan pertukaran gas
Tujuan :  Pertukaran gas efektie dan adekuat
KH      :  -Menunjukkan perbaikan vertilasi dan oksigen jaringan adekuat dalam rentang normal dan bebas gejala distres pernafasan
               -Berpartisipasi dalam program pengobatan dalam tingkat kemampuan /situasi                             
Intervensi
Ø  Kaji frekuensi, kedalaman pernafasan, catat penggunaan otot aksesori, nafas bibir, ketidak mampuan bicara/berbincang
Ø  Tingguikan kepala tempat tidur, pasien untuk memilih posisi yang mudah untuk bernafas, dorong nafas dalam perlahan / nafas bibir sesuai kebutuhan / toleransi individu.
Ø  Dorong mengeluarkan sputum : penguapan bila diindikasikan.
Ø  Auskultasi bunyi nafas, catat area penurunan aliran udara dan / bunyi tambahan.
Ø  Awasi tingkat kesadaran / status mental, selidiki adanya perubahan.
Ø  Evaluasi tingkat toleransi aktivitas.
Ø  Awasi tanda vital dan irama jantung.
Ø  Awasi / gambarkan seri GDA dan nadi oksimetri.
Ø  Berikan oksigen yang ssi idikasi hasil GDA dan toleransi pasien.


C.     DP          : Perubahan nutrisi kurang dari tubuh
         Tujuan    : Kebutuhan nutrisi terpenuhi
         Kh          : -   Menunjukan peningkatan BB
                          -   Menunjukan perilaku / perubahan pada hidup untuk meningkatkan dan / mempertahanka berat yang tepat.
Intervensi :
Kaji kebiasaan diet, masukan makanan, catat derajat kesulitan makan, evaluasi BB.
Avskultasi bunyi usus.
Berikan perawatan oral sering, buang sekret.
Dorong periode istirahat, 1jam sebelum dan sesudah makan berikan makan porsi kecil tapi sering.
Hindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat.
Hindari maknan yang sangat panas / dingin.
Timbang BB sesuai induikasi.
Kaji pemeriksaan laboratorium, ex : alb.serum.

D.     DP          : Kurang  pengetahuan
         Tujuan     : Pengetahuan miningkat
         KH         : -  Menyatakan pemahaman kondisi / proses penyakit dan tindakan.
                           -  Mengidentifikasi hubungan tanda / gejala yang ada dari proses penyakit dan menghubung dengan faktor penyebab.
                           -  Melakukan perubahan pola hidup dan berparisipasi dalam program pengobatan.
         Intervensi:
                        Jelaskan proses penyakit individu dan keluarga
                        Instrusikan untuk latihan nafas dan batuk efektif.
Diskusikan tentang obat yang digunakan, efek samping, dan reaksi yang tidak diinginkan
Beritahu tehnik pengguanaan inhaler ct : cara memegang, interval semprotan, cara membersihkan.
                        Tekankan pentingnya perawatan oral/kebersihan gigi
Beritahu efek bahaya merokok dan nasehat untuk berhenti merokok pada klien atau orang terdekat
                        Berikan informasi tentang pembatasan aktivitas.

























Daftar Pustaka

Arif Mansyoer(1999). Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga. Jilid I. Media    Acsulapius. FKUI. Jakarta.

Heru Sundaru(2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi Ketiga. BalaiPenerbit FKUI. Jakarta.

Hudack&gallo(1997). Keperawatan Kritis Edisi VI Vol I. Jakarta. EGC.

Doenges, EM(2000). Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta. EGC.

Tucker, SM(1998). Standar Perawatan Pasien. Jakarta. EGC.





nutrisi

Apa itu NUTRISI ???

Salah satu rahasia penurunan berat badan yang sehat yaitu nutrisi yang seimbang. Apa itu nutrisi? secara konsep nutrisi berbeda dengan makanan. Makanan adalah segala sesuatu yang kita makan. Nutrisi adalah apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Secara simpelnya anda harus mengkonsumsi makanan yang memiliki nilai nutrisi yang seimbang.
Tantangannya adalah anda memerlukan nutrisi yang memenuhi semua kebutuhan badan anda, tapi dengan nilai kalori yang rendah. Saat ini dengan pola kehidupan yang serba cepat, orang memiliki kecenderungan untuk memilih makanan yang cepat saji, yang sebetulnya memiliki nilai nutrisi yang sangat buruk dengan jumlah kalori yang berlebihan. Atau dikenal juga dengan kalori kosong.
Secara logika orang akan berpikir, untuk mengkonsumsi kalori lebih sedikit artinya kita perlu makan lebih sedikit. Dan kita akan mulai ber “diet” ala sendiri. Problem utama dari diet yang mengurang makan adalah pada saat yang bersamaan dengan berkurangnya konsumsi makanan anda, anda juga mengurangi nilai nutrisi yang masuk ke dalam diri anda.
Saat anda mengurangi nutrisi yang masuk ke badan anda, badan anda akan mengalami defisiensi nutrisi. Keadaan ini justru memperlambat metablisme anda. Jika kondisi ini terus berlanjut, anda akan merasa cepat lelah atau lesu, dan mudah mengalami stress. Dan jika terus berlanjut lagi, badan anda akan mengalami break-down. Biasanya anda akan mengalami masalah dengan kesehatan anda. Bisa dalam bentuk gangguan pencernaan seperti maag, dsb.
Saat anda bermasalah dengan kesehatan, anda akan cenderung kembali untuk makan normal. Kecenderungannya adalah anda biasanya akan makan dengan porsi makan yang lebih besar dibanding sebelum berdiet (dikenal dengan “balas dendam”). Hasilnya anda akan kembali gemuk. Ini adalah penyebab mengapa banyak dari orang yang mengalami diet YO-YO. Turun tapi kemudian naik lagi. Dan saat anda menggemuk kembali anda akan ber-diet lagi. Proses ini terus berlanjut seperti lingkaran yang tidak pernah berakhir.
Ber-diet dengan cara tidak makan atau puasa adalah cara yang terburuk dalam sejarah penurunan berat badan.
So, bagaimana anda dapat menemukan makanan dengan kalori yang rendah tapi penuh dengan nutrisi yang dibutuhkan badan anda? Almost Impossible! Salah satu solusi adalah dengan menggunakan suplementasi.

Sabtu, 09 Maret 2013

terapi cairan interavena


TERAPI CAIRAN INTRAVENA (KRISTALOID) PADA SYOK HIPOVOLEMIK

liza fathiariani| 30 Maret 2009 | |
Untuk postingan kali ini mungkin agak sedikit baku alias formal bahasanya. Maklum, ini referens untuk kuliah. Kalau ada yang kurang paham, tanyakan aja ya

DEFINISI DAN PENYEBAB SYOK

Syok adalah suatu sindrom klinis akibat kegagalan akut fungsi sirkulasi yang menyebabkan ketidakcukupan perfusi jaringan dan oksigenasi jaringan, dengan akibat gangguan mekanisme homeostasis. Berdasarkan penelitian Moyer dan Mc Clelland tentang fisiologi keadaan syok dan homeostasis, syok adalah keadaan tidak cukupnya pengiriman oksigen ke jaringan. Syok merupakan keadaan gawat yang membutuhkan terapi yang agresif dan pemantauan yang kontinyu atau terus-menerus di unit terapi intensif.

Jumat, 08 Maret 2013

pemeriksaan GCS


KONSEP PEMERIKSAAN FISIK

GambarEdited  By : Winda Darpianur, S.Kep, Ns
PENGERTIAN
Pemeriksaan fisik adalah sebuah proses dari seorang tenaga kesehatan dalam memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit.
Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap sistem tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk membuat penilaian klinis
TUJUAN PEMERIKSAAN FISIK
  • Sebagai skrining rutin untuk meningkatkan perilaku sejahtera
  • Sebagai tindakan kesehatan preventif
  • Penerimaan di RS dan fasilitas perawatan jangka panjang
TUJUAN PEM. FISIK BAGI PERAWAT
  • Mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien
  • Menambah, menginformasikan atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan
  • Mengonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan
  • Membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaannya
  • Mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan
METODE PEMERIKSAAN FISIK
  • INSPEKSI
  • PALPASI
  • PERKUSI
  • AUSKULTASI
INSPEKSI
  • Inspeksi, yaitu melihat dan mengevaluasi pasien secara visual dan merupakan metode tertua yang digunakan untuk mengkaji/menilai pasien.
  • Proses observasi.
  • Perawat menginspeksi bagian tubuh untuk mendeteksi karakteristik normal atau tanda fisik yang signifikan.
  • Rahasia inspeksi yg baik adalah perawat selalu memberikan perhatian pada klien.
PALPASI
  • Palpasi, yaitu menyentuh atau merasakan dengan tangan, adalah langkah kedua pada pemeriksaan pasien dan digunakan untuk menambah data yang telah diperoleh melalui inspeksi sebelumnya.
  • Pengkajian lebih lanjut terhadap bagian tubuh yang dilakukan melalui indera peraba.
  • Melalui palpasi tangan dapat dilakukan pengukuran yang lembut dan sensitif terhadap tanda fisik termasuk posisi, ukuran, kekenyalan, kekasaran, tekstur dan mobilitas.