Selasa, 19 Maret 2013

menimbang bayi dan balita



Menimbang bayi dan balita setiap bulan

Mengapa bayi dan balita perlu ditimbang setiap bulan?
Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan setiap bulan.

Kapan dan di mana penimbangan bayi dan balita dilakukan?
Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di Posyandu.

Bagaimana mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita?
Setelah bayi dan balita ditimbang, catat hasil penimbangan di Buku KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak) atau Kartu Menuju Sehat (KMS) maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik (lihat perkembangannya)


Naik, bila:
·         Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna pada KMS.
·         Garis pertumbuhannya pindah ke warna di atasnya.
Tidak naik, bila:
·         Garis pertumbuhannya menurun.
·         Garis pertumbuhannya mendatar.
·         Garis pertumbuhannya naik tetapi pindah ke pita warna yang lebih muda.

Apa tanda-tanda balita gizi kurang?
·         Berat badan tidak naik selama 3 bulan berturut-turut, badannya kurus.
·         Mudah sakit
·         Tampak lesu dan lemah
·         Mudah menangis dan rewel.

Ada berapa macam gizi buruk pada balita?
Gizi buruk pada balita ada 3 macam, yaitu:
1.      Kwashiorkor
2.      Marasmus
3.      Marasmus-Kwasihokor
Apa tanda-tanda balita gizi buruk?
1.      Tanda-tanda gizi buruk pada kwasiorkor:
·         Edema seluruh tubuh (terutama pada punggung kaki)
·         Wajah bulat dan sembab
·         Cengeng, rewel, apatis
·         Perut buncit
·         Rambut kusam dan mudah dicabut
·         Bercak kulit yang luas dan kehitaman/ bintik kemerahan.

2.      Tanda –tanda gizi buruk pada marasmus :
·         Tampak sangat kurus
·         Wajah seperti orang tua
·         Cengeng,rewel,apatis
·         Iga gambang, perut cekung
·         Otot pantat mengendor
·         Pengriputan otot lengan dan tungkai

Apan manfat penimbangan balita setiap bulan di Posyandu?
·         Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat
·         Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita.
·         Untuk mengetahui balita yang sakit, ( demam,batuk, diare, pilek), berat badan dua bulan berturut-turut tidak naik, balita yang berat badannya BGM (Bawah Garis Merah) dan dicurigai gizi buruk sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
·         Untuk mengetahui kelengkapan Imunisasi
·         Untuk mendapatkan penyuluhan gizi.

Apa peran kader agar masyarakat mau menimbang bayi dan balita setiap bulan di Posyandu?
·         Mendata jumlah seluruh bayi dan balita yang ada di wilayah kerjanya.
·         Memantau jumlah kunjungan ibu yang datang untuk menimbang balitanya di Posyandu.
·         Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya penimbangan bayi dan balita, misalnya melalui penyuluhan kelompok di posyandu, arisan, pengajian dan penyuluhan massa (pengeras suara di mesjid, pengumuman di desa kelurahan, poster dll)
·         Melakukan kunjungan rumah kepada ibu yang tidak ke posyandu membawa balitanya dan menganjurkan agar rutin menimbang bayi dan balitanya di Posyandu.
·         Mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian dan mendorong masyarakat seperti : lomba bayi dan balita sehat, lomba memasak makanan bayi dan balita sehat, kegiatan makan bersama untuk balita dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar